Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

More »

Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

More »

Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

Bimtek Tutor Pendidikan Khusus

More »

 
.

Pemetaan Mahasiswa Disabilitas Tahun 2018

.

Polling Poster: Merangkul Anak Berkesulitan Belajar (ABB)

Dalam rangka mengimplementasikan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, dan Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi. Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi bagi semua mahasiswa termasuk mahasiswa disabilitas (mahasiswa memiliki tingkat kesulitan). Salah satu jenis tingkat kesulitan mahasiswa yang disebutkan dalam Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017 adalah Kesulitan Belajar Spesifik.

Anak Berkesulitan Belajar (ABB) adalah anak yang mengalami gangguan proses psikologis dasar yang mencakup  pemahaman bahasa lisan atau tulisan yang tampak dalam terhambatnya kemampuan berfikir, berbicara, membaca, mengeja, menulis dan mengerjakan hitungan matematika.

Taraf kecerdasan ABB cenderung rata-rata. Beberapa di antaranya, bahkan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Performanya hampir sama dengan anak-anak pada umumnya. Namun demikian, acap kali prestasi akademiknya rendah atau di bawah rata-rata. Hal ini karena mereka  memiliki kesulitan belajar yang spesifik (spesific learning disability).

Anak-anak ini biasanya berada di sekolah reguler/umum. Jika ditangani dengan baik dan tepat, tidak tertutup kemungkinan mereka akan menjadi lebih baik dan mencapai prestasi optimal  sesuai taraf kecerdasannya, sehingga dapat melanjutkan pendidikannya sampai di Perguruan Tinggi.

Berkenaan dengan hal tersebut, Direktorat Pembelajaran bekerjasama dengan Fakultas Senirupa dan Desain (FSRD), Fakulitas Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Tarumanegara, dan Yayasan Peduli Anak Spesial dalam mengkampanyekan ABB dalam bentuk pembuatan beberapa Poster ABB dengan tema “merangkul ABB”. Poster tersebut akan dipilih satu yang terbaik. Oleh karena itu Direktorat Pembelajaran melakukan Polling Poster Merangkul ABB.

.

Ajak Ajukan Proposal Hibah Inovasi Pembelajaran Khusus

BALIKPAPAN – Menuntut ilmu menjadi kebebasan semua orang termasuk yang berkebutuhan khusus. Maka perguruan tinggi dituntut memberikan pendidikan yang bermutu dan inovatif. Menyadari bahwa mahasiswa berkebutuhan khusus mengalami gangguan dalam melaksanakan aktivitas tertentu dan membutuhkan alat bantu khusus.

Tentunya sebagai tempat untuk menimba ilmu, perguruan tinggi perlu memodifikasi lingkungan dan melakukan alternatif proses belajar mengajar yang tepat. Jadi, mahasiswa berkebutuhan khusus baik tunanetra, tunarungu, tunadaksa, autis, kesulitan belajar, anak berbakat perlu mendapat model pembelajaran yang inovatif.

.

Panduan Layanan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PEMBELAJARAN DAN
KEMAHASISWAAN

Mahasiswa disabilitas (persons with disabilities) adalah mereka yang mengalami kesulitan, hambatan atau ketidakmampuan dalam melakukan aktivitas/fungsi tertentu sehingga mereka membutuhkan alat bantu khusus, modifikasi lingkungan atau teknik-teknik alternatif tertentu supaya mereka dapat belajar dan berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam kehidupan bermasyarakat. Di antaranya adalah mereka yang mengalami hambatan pada fungsi penglihatan (tunanetra), hambatan pada fungsi pendengaran dan bicara (tunarungu), hambatan pada fungsi fisik-motorik (tunadaksa), gangguan emosi dan perilaku (tunalaras), gangguan spektrum autis, dan lain-lain.

.

Pemetaan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi

Yth.
Rektor PTN dan PTS

Dalam rangka mengimplementasikan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, dan Permendikbud No. 46 tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Direktorat Jenderal Pembelajaran, akan melakukan pemetaan mahasiswa disabilitas di seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Pemetaan tersebut akan dilakukan secara online.
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon bantuan Saudara/i untuk dapat mengisi instrumen pemetaan mahasiswa disabilitas secara online. Instrumen tersebut dapat diakses di https://goo.gl/BwwNNn
Mengingat pentingnya hasil pemetaan tersebut, mohon agar instrumen tersebut dapat diselesaikan sebelum tanggal 15 Maret 2017.
Demikian permintaan ini disampaikan, atas perhatian dan bantuan Saudara/i diucapkan terima kasih.

Direktur Jenderal,

TTD

Intan Ahmad
NIP. 195805011986011001

Tembusan:
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (sebagai laporan)

Lampiran:
Surat-Pemetaan-Disabilitas-kop-baru

.

Program Keberpihakan untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dan Penyandang Disabilitas

Yth. Rektor Perguruan Tinggi Negeri

Sebagaimana diketahui bersama bahwa pada saat ini pemerintah terus mendorong pemberian layanan dan pendayagunaan mahasiswa berkebutuhan khusus, termasuk mahasiswa difabel. Hal ini dapat dilihat dengan telah diundangkannya Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Saat ini, Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan Undang-Undang tersebut serta Peraturan Menteri sedang dipersiapkan berbagai kementerian termasuk didalamnya Permenristekdikti No:44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pada pasal 37 yaitu: